Archive for Februari, 2008

Pantun Islami

Pergi kehutan mengutip pegaga
Pegaga tumbuh di dalam paya
Hendak lari mulut naga
Termasuk pula kemulut buaya.

 

 Buah berangan buah bidara
Ranting tersangkut dihadapan pintu
Bersubang ku sangka dara
Bermisai berjanggut kenapa begitu

Berkubang di lubuk batu
Berlengging dalam perahu
Orang bersubang dia begitu
Orang GAY dia tak tahu

Burung didik terbang di awan
Mudia belia menangkap ikan
Baik-baik bila berkawan
Akhlak mulia mesti diutamakan

 Dalam lubuk banyak toman
Sekali bah mudik ke rawa
Ustaz sibuk menjual iman
Duduk menyembah menteri dewa

Batang beremban ditarik kuda
Kuda meringgit hendak makan
Burung terbang dipipiskan lada
Guruh dilangit tempayan dicurahkan

Menanggung dosa itu berat
Walau pun pada orang yang alim
Wajib manusia menutup aurat
Terutamanya pada wanita muslim

 Hari raya hari yang berkat
Bermaaf-maafan sesama saudara
Hai maknusia bulatkan tekad
Perintah Allah laksanakan segera

Puasa itu satu perintah
Oleh Allah yang maha perkasa
Perintah itu jangan dibantah
Wajibnya itu pada yang berkuasa

Sehari sudah lesu berpuasa
Hidangan berbuka sudah tersedia
Jangan kamu membazir masa
Mulai beribadat semasa belia

Fitnah itu tiada ampunnya
Kerana dosa sesama manusia
Mulut celupar mudah luahnya
Janganlah dibuat kerja sia-sia

DUNIA

Keindahan dunia

Membuat kita terpedaya

Kecantikan dunia

Membuat kita terpesona

Tipuanmu dunia

Membuat kita merana

Kesenangan dunia

Menyesatkan setiap insan

Dunia yang menipu

Membuat kecewa

Nikmat yang diperoleh tiada berkesan dihati

Semakin gila dunia hingga mengagungkan dunia

Allah tiada lagi terasa dihati

Keagungan Allah hilang dijiwa

Pandangan dunia lebih di utamakan

Pandangan Allah dilupakan

Dunia tiada kekal

Ia pasti akan binasa

Yang kekal hanyalah Allah

Dzat yang kekal dan abadi

Ingatlah insan dunia sementara

Jangan tertipu dunia yang fana

Satu masa pasti kita akan kembali

Mempertanggung jawabkan
Dunia…oh…Dunia

Satu Harap

Sendiri kuterpaku disini

Tak henti lalui kenangan indah dulu

Serasa diri ini berlari

Mengejar masa yang tlah berlalu

Bilakah semua ini terjadi

Impian takan pernah terbeli

Esokan pasti kujelang cahya hati

Agar hidup ini selalu penuh arti

Satu harap yang kubawa dalam hati

Kekal cinta takkan pernah ternodai

Dimanakah…

Kucari teman sejati

Tuk arungi perjuangan suci ini

Dimanakah…

Kucari cinta hakiki

Agar kenagan indah terulang lagi

Do’a Menghadapi musuh

Allahumma innaa naj’aluka fi nuhurihim wa na’uudzubika min syururihim.

Artinya: “Ya Allah! Sesungguhnya aku menjadikan Engkau dileher muka mereka (agar kekuatan mereka tidak terpedaya dalam berhadapan dengan kami). Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan mereka.”

Berita Kepada Kawan

Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan

Sayang engkau tak duduk disampingku, kawan

 

Banyak cerita yang mestinya kau saksikan

Ditanah kering bebatuan

 

Tubuhku terguncang

Dihempas batu jalanan

Hati bergetar menampak kering rerumputan

 

Perjalanan inipun seperti jadi saksi

Gembala kecil menangis sedih

 

Kawan coba dengarapa jawabnya

etikaku tanya mengapa

Bapak ibunya telah lama mati

Ditelan bencana tanah ini

 

Mungkin tuhan mulai bosan

Melihat tingkah kita

Yang selalu salah dan bangga

Dengan dosa-dosa

 

 

Kebanjiran

Seusai kerja kelompok Tila pulang kerumahnya, setiba dirumah tila menangis tersedu – sedu. Ternyata rumahnya kebanjiran, tetangganya heran, lalu ada salah satu warga yang bertanya “kenapa menangis Neng?” Tila menjawab ” ini bukan nangis tau!!!” uh bingung ya…sebenarnya tila kenapa sih? ditanya nangis tapi bukan. Tila menjerit ” KENANJIRAN….” waw ternyata rumah tila kebanjiran. tapi kenapa tila bilang kebanjiran sambil tertawa? padahal tadi dia menangis! uh tambah pusing.

Bersambung….

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.